Begini Cara Menyelamatkan Dompet dan Tabungan bagi Kamu yang Hobi Belanja Online

Siapa yang hobi belanja online?

Cewek-cewek nih pasti yang paling kenceng jawabnya. Apalagi yang masih single. Saat masih belum ada keluarga yang harus dipikirkan. Belanja online kayaknya bisa menjadi hiburan tersendiri.

Ya gimana dong? Kalau pas lagi main ke market place dan nengokin barang yang lucu tu rasanya pingin masukin keranjang. Terus, kita bakal merasa nggak tenang kalau belum checkout (aku sih kalau ini yang sering). Hehehehe….

Lalu, saat pertengahan bulan kok ya dompet dan tabungan mulai cekot-cekot. Kayak kekurangan amunisi. Pusing-pusing gimana gitu.

Hobi Belanja Online

5 Cara Menyelamatkan Dompet dan Tabungan bagi yang Hobi Belanja Online

Kalau tiap bulan selalu tekor gegara hobi belanja online, gimana kita bisa punya tabungan berlimpah? Ada ide nggak buat menyelamatkan dompet dan tabungan?

Tenang saja, Girls! Kita bisa melakukan 5 langkah ini untuk mengendalikan diri yang hobi belanja online lho.

#1 Kita Hanya Beli Barang yang Benar-benar Dibutuhkan

Ini agak rumit ya. Membeli barang yang benar-benar kita butuhkan. Selain itu, nggak usah memasukkannya dalam keranjang. Apalagi sampai checkout.

Misalnya nih, saat kita berselancar ke marketplace dan melihat ada baju lucu. Maka, kita perlu membuka lemari. Tanyakan sambil menatap tumpukan baju yang hampir penuh. Benarkah kita masih harus membelinya?

Kalau pikiran kita tetap ngotot dengan dalih, tapi kan lucu. Fix. Itu sudah pasti, kita hanya merasa lapar mata saja. Sementara, kita belum tahu akan dipakai untuk acara apa baju selucu itu.

Kadang pertanyaan dan tindakan sepele seperti ini benar-benar membantu lho. Seenggaknya, kita bakal terus membiarkan baju lucu itu berada dalam keranjang tanpa niatan buat checkout.

Akhirnya, amanlah dana seharga baju lucunya. Hehehe….

#2 Masukkan saja ke Wishlist, Nggak Perlu Harus Segera Checkout

Setiap cewek selalu punya nafsu untuk berbelanja. Perbedaannya hanya terletak pada seberapa banyak kadar nafsunya.

Ada yang habis gajian langsung ngajakin ngemall. Atau begitu invoice cair langsung tancap gas ke toko sepatu. Yah, sekedar window shopping. Siapa tahu nanti ada yang ditaksir. Kan bisa langsung beli. Wuih, berasa “sultan” saja kan. Hehehe….

Enaknya belanja online tu, kita nggak harus langsung bayar barang apapun yang masuk dalam keranjang. Kita masih bisa berpikir dulu, apakah barang itu perlu atau nggak? Sekiranya nggak penting dan nggak terlalu dibutuhkan tinggal hapus dari keranjang.

Bedalah sama belanja offline. Kalau kita sudah memasukkan dalam keranjang ya sudah harus bayar kalau dibawa ke kasir. Kita boleh nggak bayar dan pulang kalau mengembalikan semua yang ada dalam keranjang.

Sebenarnya hampir mirip sih. Cuma kalau belanja offline dan mengembalikan barang ke rak, maka malunya kan lebih terasa ketimbang belanja online. Iya kan?

#3 Membuat Buyer Board

Kita bisa membuat semacam “alarm” untuk pengingat diri kala nafsu belanja online mulai menggila. Dengan cara apa?

Salah satunya dengan membuat buyer board. Kita perlu menyediakan papan untuk menempelkan atau menulis barang yang ingin dibeli. Jangan lupa menuliskan juga alasan mengapa harus membelinya dan bagaimana jika kita nggak beli.

Dengan begitu, kita akan bisa menilai apakah barang tersebut penting untuk dimiliki atau nggak. Maksudnya apakah kita bisa menunda untuk membelinya atau bahkan skip sama sekali.

#4 Pastikan Kita Menggunakan Jurus Hemat Berbelanja

Gimana kalau barang itu memang diperlukan? Nggak bisa terganti dengan barang apapun yang sudah kita miliki. Intinya, urgentlah. Maka, kita bisa membelinya. Tapi, tetap kudu pake jurus hemat berbelanja ya.

Maksudnya?

Ya, kita perlu membandingkan harga antara toko satu dengan yang lainnya. Mana yang menawarkan harga lebih murah. Atau ada nggak toko yang menawarkan diskon dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk memikirkan beban ongkos kirimnya juga.

Kalau sekiranya kita hanya perlu membeli satu barang saja dan khawatir mahal ongkos kirimnya, maka kita bisa mengajak teman lain. Jadi, ‘kan bisa hemat ongkir. Hehehe….

#5 Ingat Tujuan Keuangan Kita ya

Barangkali cara terampuhnya untuk mengendalikan diri dari hobi belanja online adalah mengingat kembali tujuan keuangan.

Kita tentu sudah mengatur keuangan pribadi sedemikian rupa. Ada tujuan keuangan baik untuk jangka panjang maupun pendek didalamnya.

Kita pasti akan berpikir ulang untuk menghabiskan uang yang seharusnya untuk ditabung hanya demi sepotong baju. Apalagi tabungannya sudah kita plot untuk liburan ke tempat impian, beli hunian dan lain sebagainya.

Wuih, otomatis bakal menghapus barang dalam keranjang dah tu. Hehehe….

Jadi, Kendalikan Dirimu dari Hobi Belanja Online untuk Menyelamatkan Dompet dan Tabunganmu ya, Dear

Nafsu belanja online emang kadang nggak bisa terbendung. Kadang bikin dompet bocor dan tabungan ludes.

Makanya, kita perlu mengendalikan hobi belanja online ya. Agar bisa menyelamatkan dompet dan tabungan ya, Girls.

Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Mengatur Keuangan Pribadi

Yuni Bint Saniro, Si Manis Penyuka Kisah Fiksi

Yuni Bint Saniro, Si Manis Penyuka Kisah Fiksi – Adalah nama pena dari seorang cewek asal Madura. Dia mulai menyukai dunia online sejak beberapa tahun yang lalu. Tepatnya ketika dia masih mengenyam pendidikan di sebuah Universitas Negeri Di Kabupaten Bangkalan. Sekitar tahun 2008 atau 2009.

Saat itu masih ada friendster sebagai salah satu media sosial sebelum facebook. Yuni juga mempunyai akun di sana. Sayangnya, friendster tidak lagi eksis saat ini. Padahal, asyik juga lho berselancar di dunia itu. Hehehe…

Sekilas Pandang Tentang Yuni Bint Saniro

Sebelum memutuskan untuk aktif di dunia blogger, Yuni merupakan seorang karyawan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Masih nyambung sih dengan bidang ilmu yang diambil saat perkuliahan, yaitu bidang Agroekoteknologi.

Sayangnya, dia bekerja di perusahaan itu bukan sebagai agronomist. Jabatan terakhirnya adalah budget and control staff. Seorang yang berkutat dengan perencanaan dan realisasi penggunaan dana.

Baginya, apa pun pekerjaannya meski tidak sesuai dengan bidang ilmu yang dia pelajari bukanlah sebuah masalah. Yang penting, dia mau berusaha mempelajari dan mengerjakan pekerjaan itu dengan usaha terbaik yang dimiliki. Maka hasil yang didapatkan akan maksimal juga.

Terbukti selama 3 tahun masa kerjanya di perusahaan terakhir tidak banyak komplain dari atasan yang dia terima. Bahkan saat memutuskan ke luar dari perusahaan juga bukan karena dia tidak mampu bekerja. Tapi, karena dampak pandemi covid yang terjadi juga terimbas padanya.

Rasa Sukanya pada Fiksi

Satu hal dari sekian banyak yang disukai oleh Yuni adalah dunia fiksi. Terkadang ada saja jalan cerita yang tiba-tiba terlintas di pikirannya. Hal itu mampu membuatnya baper tanpa sebab.

Beberapa jalan cerita itu dia dokumentasikan pada platfoarm kepenulisan berwarna orange. Tapi sayangnya, lebih banyak yang dia biarkan lewat begitu saja.

Karena hal itulah dia membangun sebuah blog. Dia menamakan blognya sesuai dengan nama pena. Yaitu blog Yuni Bint Saniro.

Blog Yuni Bint Saniro

Seiring berjalannya waktu, blog tersebut tidak hanya berisi tentang dunia fiksi. Dia mulai menuliskan tentang gaya hidup, Motherhood dan lain sebagainya.

Jadi, jangan heran jika blog itu jadi blog gado-gado. Atau lebih elite jika dibilang blog lifestyle.

Kerja Sama dengan Yuni Bint Saniro

Sebagai freelancer, tentu Yuni memutuskan untuk membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin bekerja sama dengannya. Dia bisa membuatkan artikel, menerima content placement atau mempromosikan produk teman-teman di blognya.

Kalau ditanya bagaimana caranya jika ingin bekerja sama dengan Yuni? Teman-teman hanya perlu mengunjungi blognya dan temukan page tentang blog tersebut. Di sana sudah dijelaskan bagaimana alurnya.

Terakhir,

jika kalian ingin membaca tulisan fiktif versi Yuni Bint Saniro boleh banget berkunjung ke sana ya. Barangkali kalian bisa menemukan artikel yang bermanfaat atau sekedar hiburan. Hehehe…

With Love